“Ya ampun Tok, kamu baru bangun!”, teriak Iswani. Bokepindo Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung.Kukenakan jaketku dan keluar dari kamar mencari hawa segar. Raguku benar-benar hilang dan tangannya semakin bebas bergerak. Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yang dilanjutkannya dengan pertanyaan. Pura-pura tidak tahu gelagat para pria yang sedang menaksirnya, Iswani mengajakku duduk di meja paling pojok.




















