Matanya bertanya. Bokep Eee, kurang ajar. Sangat pelan. Hehehehe, aku menang. Tangan dia sepertinya cerdas, kembali mencari sasarannya yang tadi lepas. Akhirnya dia turun tangan. Bayanganku memang menjadi kenyataan. Ya, payudaranya. Dia terengah-engah. Aku menggeser-geserkan kakiku agar kaki anak itu tidak menekan celanaku. Mengurangi kebisingan akibat lalu lalang orang mencari tempat duduk.“Mas, mas, maaf …,” ada suara merdu rupanya. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang.



















