Ia membuka kancing bajuku dan melepasnya. Bokepindo Meskipun udara dingin, aku yakin nanti pasti perlu minum. Satu kakinya menjepit pahaku dan kaki lainnya dibuka lebar dan disandarkan ke dinding kamar. Badannya ramping cenderung kurus, kulitnya bersih dengan dada membusung di balik seragamnya. Awas nanti,” katanya mengancamku.Dari suaranya umpanku sudah termakan. Kamu benar-benar hebat.”“Nggak apa-apa. Kamu mau berikan kehangatan?”Rasanya terbalik pertanyaan itu.



















