“Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Bokepindo Aku yang takut jatuh segera menyenderkan tubuhku ke belakang dan membiarkan toketku meloncat loncat dengan bebas. Aku merasakan kedua tangannya mengangkat rok ku sampai ke pinggangku. Aku tidak bisa mengingat nama mereka semua karena mereka terlalu banyak. Aku yang sudah biasa dengan itu cuma mendesah desah kecil. Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya.

















