Aku mencium wangi lendir membasahi hidungku. Mereka juga… pasti punya harapan untuk tuan, untuk… Kak Edo. Bokep Menarik. Kamu… mengerti?” Aku mengangguk.Denyut jantungku makin cepat. Matahari sudah terbit di balik awan mendung ketika aku memasuki kamarnya. Darah mensku nampak tdk sekental biasanya… aku menemukan ada sisa lendir Kak Edo, yg sebelumnya dibenamkan dalam. Tubuhku terbaring. Saya mengerti kalau nanti Kakak harus pergi. Di tubuhku.




















