“Jakarta, Indonesia,” jawabku sambil menuju ke lemari es untuk mengambilkan minuman sesuai permintaan mereka. Bokepindo “Khira,” kata yang berwajah Jepang (dan memang orang Jepang). “Maaf, kami sangat mengganggu, kami mencari Gamha dan sudah satu jam lebih kami coba untuk telepon tapi kedengarannya sibuk terus, maka kami langsung saja datang.”
Yang berwajah Jepang nyerocos seperti kereta express di negerinya. Mulanya mereka ragu-ragu, akhirnya mereka masuk juga. Akhirnya gelengannya melemah Khira malah memaju mundurkan kepalanya terhadap barangku.




















