Hanya saja Ken, yang tadi disebut Boss oleh Jim, ditunjuk secara tidak resmi menjadi semacam “organizer” di kantor tersebut. Bokepindo Dinikmatinya belaian tangan Susan. Halusnya kulit punggung Susan terasa bagai sutra di jemarinya. Dada Susan lembut menekan dadanya sendiri, mengalirkan kehangatan yang tak asing lagi di tubuhnya. Sinar matanya membayangkan sakit hatinya, seperti juga hati Tessa yang serasa disayat- sayat pisau berkarat. Ia berpikir apakah terlalu kejam untuk meminta Susan tetap menjadi temannya, setelah apa yang Ia


















