Ia menelan ludah sambil melihat tubuhku secara mengeliling. Bokep Kamarnya sedikit berantakan, tidak ada tempat duduk selain berduduk di kasurnya. Air mataku mulai menetes karena aku tidak mampu melawan Candra, walau pun tubuhnya kurus, namun tindihannya kuat, aku tidak bisa bergerak.“Tolong jangan….”, aku memohon dengan terisak-isak. Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku segera menutupi kedua buah susu ku yang kecil dengan tanganku, sambil menangis aku menggeleng-geleng, berharap Dwi tidak termakan ajakan Candra.




















