Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuhku. Namun entah mengapa aku justru berlari masuk ke sebuah kamar tidur. Bokepindo Berutung kali ini, aku bisa memaksanya menandatangani berkas ujian susulanku.“Masih ada mata kuliah Pengantar Berorganisasi dan Kepemimpinan”, katanya sambil membubuhkan nilai A di berkas ujianku. Geli, jijik…, namun detah dari mana asalnya perasaan hasrat menggebu-gebu juga kembali menyerangku. “He-eh deh, sampai nanti!” Ratna berlalu.Dengan memberanikan diri aku mengetuk pintu. Mungkin malah sengaja dibuat jeblok biar dia bisa




















