“maaf ya, gue tadi main dulu, abis tanggung sih”. Bokepindo “silakan aja,, saya bakal ngelayanin kalian berdua”, jawabku sambil terkesima dengan kesopanan mereka yang seperti seorang pria bangsawan. Akibat aku menggoyang-goyangkan badannya, Mbah Centeng membuka matanya. Siangnya, aku bercerita kepada teman-temanku, dan mereka mengatakan kalau aku harus ke dukun. Aku menutup mataku karena entah kenapa aku menikmati dicumbu oleh Wawan. “tenang non, tenang non”, Mbok Tari berusaha menenangkanku sampai aku tenang 3 menit kemudian.




















