“Chelsea Olivia, om…” jawab anak itu dengan senyuman yang seolah dia tidak asing denganku. Bokep “Suamiku tidak bisa berbahasa kita, sehari-hari kami bicara bahasa Inggris…” kata Agnes mengajakku bicara agar tidak bosan di jalan. Agnes hanya meronta-ronta dengan ikatan ditangan dan kaki serta mulut ditutup lakban.Kulihat matanya sedikit berbinar, sepertinya Agnes meneteskan air mata. Akhirnya aku mendengar kabar Agnes setelah sekitar tujuh tahun tidak pernah bertemu. Tapi Agnes tidak menunjukkan kamarnya padaku, aku rasa kamar besar sebelah




















