Kukenakan jaketku dan keluar dari kamar mencari hawa segar. “Tumben Zainal tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali ya, aku sempat melihatmu sibuk tapi karena masih ngantuk jadi aku pilih tidur lagi aja daripada membantumu”, komentarnya. Bokepindo “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Mungkin karena malu Indah segera melepaskan cubitannya. Tangan kiriku yg bebas meremas kedua payudaranya bergantian.




















