Aa segera melepaskan sepatuku dan menyelimutiku. Kurasakan badan Aa bergetar di dalam pelukaku, nafasnya memburu cepat, dan sebuah sunggingan senyum puas terlihat di sudut bibir merah Aa. Bokepindo Aa mengatakan kalau dia sangat merindukanku, betapa sepi hari-harinya tanpa aku di sisinya. disini kan samar-samar jadi nggak kelihatan jelas!” rajukku manja. seketika itu kupeluk Aa. Aku memanggilnya Aa karena dia jauh lebih tua umurnya dibanding aku dan karena dia adalah orang Bandung.Oh ya, perkenalanku dengan Aa dimulai dari




















