Beberapa hari kemudian di tempat yang sama kembali aku bertemu dengannya.“Hai, masih ingat aku?” tanyaku.“Masih. Mana payungnya, kok nggak dibawa?” jawabnya.“Ah, hari panas gini kok”.“Baru pulang Yul?”“Namaku Yuni, bukan Yuli”.“Kemarin Yuli, sekarang Yuni besok apa lagi,” olokku.“Kamu aja yang budi, dari dulu juga namaku Yuni, kadang juga dipangil Ike”.Dari tadi suaranya datar, cenderung ketus. Bokep Kudorong dia sambil tetap berpelukan dan berciuman ke kamar mandi. Kuajak Yuni untuk makan Soto Betawi di seberang jalan.“Buru-buru Yun?




















